JAYAPURA, Beritafajar7.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Papua kembali melaksanakan kegiatan Operasi Keselamatan Cartenz 2026 di hari kedua yang berlangsung di depan Mako Polda Papua, Jayapura Utara, Selasa (3/2/2026) pagi.
Kegiatan ini difokuskan pada upaya edukasi, peneguran, serta penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.
Kegiatan dihadiri Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Papua AKBP Mathin W. Asmuruf, S.Sos., M.M., Kasubdit Gakkum Ditlantas AKBP Muhammadi Mukhtari, S.H., S.I.K., M.H., Kasubdit Regident Ditlantas Kompol Viky Pandhu Widhapermana, S.H., S.I.K., M.H., para Pama Ditlantas, personel Ditlantas, serta personel Dikbangpers Lantas Polda Papua.
Ops kali ini Adalah untuk memberi imbauan, teguran dan penilangan terhadap pengendara roda dua yang tidak memenuhi kriteria keselamatan berkendara, seperti tidak memakai kaca spion, plat nomor kendaraan mati, tidak memakai helm dan pelanggaran lainnya.
Pelaksanaan operasi lebih soft, yakni dengan mengutamakan keselamatan pengendara, sehingga petugas tidak memaksakan diri menahan pengendara bila ada pengendara yang mencoba menghindar dengan mengebut.
Operasi kemudian dilaksanakan dengan memantau arus lalu lintas di depan Mako Polda Papua, disertai penegakan hukum terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.
Prioritas pelanggaran yang menjadi sasaran operasi, antara lain penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, sepeda motor berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI dan sabuk pengaman, berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan.
Dari hasil pelaksanaan Operasi Keselamatan Cartenz 2026 hari kedua, tercatat sebanyak 42 teguran yang diberikan kepada pengendara, terdiri dari 30 teguran tertulis dan 12 teguran lisan, tanpa adanya penindakan tilang. Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi operasi terpantau aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda Papua berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.(red)

