Muhammad Rifai Darus
JAYAPURA, Beritafajar7.com – Dalam Lapor Rakyat Sepekan yang dirilis di awal Tahun 2026, Juru Bicara Gubernur Papua : Muhammad Rifai Darus menguraikan sejumlah langkah penting yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Papua selama pekan terakhir (23–31 Desember 2025).
Dipaparkan, sebagai bentuk keterbukaan informasi publik dan pertanggungjawaban moral pemerintahan kepada rakyat, Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan Lapor Rakyat Sepekan yang merangkum dinamika kebijakan, capaian, serta refleksi kepemimpinan Gubernur Papua sepanjang 23–31 Desember 2025.
LAPORAN REFLEKSI AKHIR TAHUN: JUJUR MELIHAT KE DALAM, TEGAS MELANGKAH KE DEPAN
Menutup tahun 2025, Gubernur Papua Komjen Pol (Pur) Matius D. Fakhiri, S.I.K,S.H,M.H. tidak memilih narasi yang menghibur, tetapi narasi yang jujur.
Refleksi akhir tahun disampaikan apa adanya kepada publik:
bahwa ada kemajuan yang patut disyukuri, dan ada persoalan yang harus diakui serta diperbaiki.
EKONOMI TUMBUH, INFLASI TERKENDALI, ARAH PEMBANGUNAN MAKIN JELAS
Data mencatat, kinerja ekonomi Papua sepanjang 2025 menunjukkan tren positif:
* Pertumbuhan ekonomi Papua berada di kisaran 4,21 persen,
* Inflasi terkendali hingga akhir tahun,
* Stabilitas harga bahan pokok relatif terjaga, termasuk menjelang Natal dan Tahun Baru.
Ini menegaskan bahwa fondasi ekonomi Papua tidak rapuh, dan menjadi modal penting untuk memasuki tahun 2026 dengan lebih percaya diri.
Namun pemerintah juga menyadari, pertumbuhan angka harus diterjemahkan menjadi kesejahteraan nyata, bukan sekadar statistik.
TRANSFORMASI PAPUA: BUKAN SEKADAR KATA, TAPI ARAH KEBIJAKAN
Perlu kita menggarisbawahi konsistensi Pemerintah Provinsi Papua dalam mengusung visi:
Papua Cerah: Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni.
Transformasi yang dimaksud bukan pembangunan serampangan, melainkan:
* peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua,
* penataan ulang tata kelola pemerintahan,
* pemerataan Konektivitas pembangunan antar wilayah,
* serta harmoni sosial dan lingkungan hidup.
Akhir tahun 2025 diposisikan sebagai fase konsolidasi, bukan euforia.
KEBIJAKAN LINGKUNGAN: TEGAS, JELAS, DAN TIDAK ABU-ABU
Dalam isu lingkungan, Gubernur Papua menegaskan sikap yang sangat jelas: tidak ada pembukaan lahan sawit baru di Papua.
Pesan ini penting, karena:
* Papua bukan ruang kosong investasi,
* Hutan Papua adalah masa depan, bukan komoditas sesaat,
* Pembangunan harus berpihak pada keberlanjutan dan masyarakat adat.
Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pembangunan Papua tidak boleh mengorbankan ekologi demi pertumbuhan semu.
KESEHATAN: KEJUJURAN YANG JARANG, KETEGASAN YANG DIPERLUKAN
Di sektor kesehatan, Gubernur Papua mengambil sikap yang tidak populer, tetapi diperlukan: mengakui secara terbuka bahwa layanan kesehatan masih buruk, terutama bagi ibu dan anak.
Langkah ini bukan untuk mencari pembenaran, tetapi sebagai titik awal perbaikan:
* evaluasi manajemen rumah sakit,
* penegasan tanggung jawab pimpinan fasilitas kesehatan,
* penempatan keselamatan pasien di atas prosedur birokrasi.
Pesan pemerintah jelas:
nyawa ibu dan anak Papua tidak boleh kalah oleh administrasi dan kelalaian.
MENUTUP 2025 DENGAN TANGGUNG JAWAB, MEMBUKA 2026 DENGAN ARAH
Menjelang akhir tahun, Pemerintah Provinsi Papua memastikan:
* layanan publik tetap berjalan,
* stabilitas sosial dan keamanan terjaga.
Pemerintah tetap hadir hingga hari terakhir tahun anggaran
Tahun 2025 ditutup bukan dengan klaim berlebihan, tetapi dengan kesadaran bahwa masih banyak pekerjaan rumah.
PENUTUP
Lapor Rakyat Sepekan ini menegaskan satu hal:
Pemerintah Provinsi Papua memilih kejujuran daripada pencitraan, memilih arah daripada keramaian.
Papua tidak dibangun dengan slogan, tetapi dengan keputusan yang berani, kerja yang konsisten, dan keterbukaan kepada rakyatnya.
Papua Cerah adalah komitmen.
Cerdas dalam berpikir, sejahtera dalam kebijakan, dan harmoni dalam cara membangun.(red)

