Kepala BEI Papua, Kresna Aditya Payokwa
JAYAPURA, Beritafajar7.com – Menanggapi pemberitaan terkait pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua menilai kondisi tersebut sebagai bagian dari dinamika pasar global, khususnya dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kepala Wilayah Papua PT Bursa Efek Indonesia, Kresna Aditya Payokwa, menyampaikan bahwa pelemahan IHSG yang terjadi saat ini merupakan respons pasar terhadap sentimen eksternal.
“IHSG saat ini mengalami penyesuaian seiring meningkatnya ketidakpastian global. Namun ini adalah bagian dari siklus pasar yang wajar, dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang justru masih cukup kuat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Payokwa menegaskan bahwa dari sisi domestik, Indonesia masih ditopang oleh konsumsi masyarakat yang kuat, inflasi yang relatif terkendali, serta stabilitas sektor keuangan yang terjaga.
“Fundamental ekonomi Indonesia masih solid. Ini menjadi dasar penting bahwa pasar modal kita memiliki daya tahan yang baik, termasuk bagi investor di wilayah Papua,” tambahnya.
Secara khusus, BEI Papua mengajak masyarakat di Tanah Papua untuk melihat kondisi ini secara lebih bijak dan tidak panik dalam mengambil keputusan investasi.
“Kami mengimbau masyarakat dan investor di Papua untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic selling. Justru dalam kondisi seperti ini, terdapat banyak peluang saham dengan harga yang sudah lebih terjangkau atau ‘terdiskon’,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi pasar yang sedang terkoreksi dapat menjadi momentum yang baik, khususnya bagi investor pemula maupun generasi muda di Papua untuk mulai berinvestasi secara bertahap. “Bagi masyarakat Papua yang ingin mulai berinvestasi, ini bisa menjadimomen yang tepat untuk masuk secara perlahan. Dengan strategi yang tepat, kondisi pasar seperti ini justru bisa memberikan potensi keuntungan dalam jangka panjang,” katanya.
Dalam menghadapi kondisi pasar saat ini, BEI Papua juga memberikan beberapa arahan strategi investasi yang dapat dipertimbangkan, antara lain:
- Fokus pada investasi jangka panjang, tidak terpengaruh fluktuasi jangka pendek
- Melakukan diversifikasi portofolio, untuk mengelola risiko
- Menerapkan investasi bertahap (dollar cost averaging)
- Memilih saham dengan fundamental yang baik, serta sektor yang relatif tahan terhadap krisis
Selain itu, investor juga diingatkan untuk tetap mengikuti perkembangan global dan kebijakan ekonomi, namun tetap berpegang pada prinsip investasi yang rasional dan terukur.
“Pasar saham selalu bergerak dinamis. Investor yang disiplin, sabar, dan memahami fundamental akan mampu melihat peluang di tengah tantangan. Di situlah letak perbedaan antara investor yang reaktif dan investor yang cerdas,” tegasnya.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan, BEI Papua terus mendorong masyarakat untuk aktif mengikuti edukasi pasar modal, termasuk melalui program Sekolah Pasar Modal yang rutin diselenggarakan.
“Kami ingin semakin banyak masyarakat Papua tidak hanya menjadi investor, tetapi menjadi investor yang paham, cermat, dan siap memanfaatkan peluang,” tutup Kresna.(red)

