JAYAPURA, Beritafajar7.com – Menggiatkan kembali olahraga otomotif di Papua, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Papua segera membentuk kepengurusan IMI Kabupaten.
Hal itu karena pengurus IMI Kabupaten yang sebelumnya disebut Koordinator Wilayah (Korwil) di tingkat kabupaten yang pernah dibentuk, saat ini sudah tidak aktif.
Sekretaris IMI Papua, Edi Djafar mengungkapkan bahwa pembentukan pengurus IMI Kabupaten adalah hak dari ketua IMI Provinsi, yang bersifat perpanjangan tangan dari IMI Provinsi.
“Untuk pembentukan IMI Kabupaten, minimal ada dua klub di kabupaten masing-masing,” ungkapnya saat ditemui awak media ini di Kantor IMI Papua, di Kompleks PTC Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Selasa (6/1/26).
Pembentukan IMI Kabupaten yang barunanti, kata Edi Djafar, tentunya dengan komitmen yang sejalan dengan IMI Papua.
Untuk itu, tahun ini IMI Papua akan mencari kander-kander untuk menghidupkan IMI di sejumlah kabupaten yang sekiranya diperlukan kepengurusan IMI Kabupaten.
Menurutnya, bahwa tugas IMI Kabupaten adalah hanya membina klub-klub yang ada di wilayah kabupaten/kota.
Dijelaskan, bahwa IMI Kabupaten tidak bisa mengeluarkan rekomendasi, dan juga tidak bisa mengeluarkan Kartu Izin Start (KIS) yang merupakan dokumen wajib bagi pembalap baru yang ingin berpartisipasi dalam ajang balap motor resmi yang diselenggarakan di bawah naungan Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Disinggung jumlah klub balap motor di Papua, kata Edia Djafar, saat ini ada sekitar 300 lebih klub, namun yang betul-betul terdaftar di IMI Pusat yang ditandai dengan kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan Tanda Klub Terdaftar (TKT) hanya 10 klub.
Dan untuk persyaratan pembentukan klub minimal punya anggota 15 pembalap.
Klub terdaftar IMI tersebut yang punya hak nanti untuk mengikuti Rapat Kerja Provinsi (Raker Prov) dan juga Musyawarah Provinsi (Musprov).
Selain itu, IMI Papua juga berencana membangun sirkuit sendiri, terutama untuk balap motor atau motorprix, yang membutuhkan lintasan aspal.
Hal itu karena selama ini harus menyewa tempat, baik untlatihan maupun menggelar iven dengan biaya yang cukup tinggi.(red)

