JAYAPURA, Beritafajar7.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN Papua mendorong semua pihak bergerak bersama lewat program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Tanah Papua.
Hal itu disampaikan Kepala BKKBN Papua, Charles Brarbar, saat ditemui wartawan di Jayapura.
Secara nasional, angka prevalensi stunting saat ini berada di 19 persen. “Kita berharap bahwa di tahun 2029 kita target 14 persen,” ujar Charles.
Kata Charles, untuk wilayah Papua Raya, angkanya masih cukup tinggi.
“Kalau kita Papua hari ini kita berada di posisi 28 persen. Keseluruhan di Papua Raya. Tertinggi masih Mamberamo dan Pegunungan. Kalau selatan sudah turun,” jelasnya.
Sementara di Kota Jayapura sendiri sudah menunjukkan penurunan signifikan.
“Termasuk kita di Papua induk. Sampai hari ini kan Kota Jayapura kita berada di posisi 12 persenan. Tahun-tahun lalu kita berada di 20-an persen,” kata Charles.
Ia menambahkan, data tersebut bersifat dinamis dan bisa berfluktuasi.
Charles Brabar yang juga merupakan koordinator penanggulangan stunting di Papua Raya, Program GENTING adalah program gotong royong nasional. Genting ini masuk di dalam agenda presiden karena ini adalah swadaya murni yang dilakukan sejak tahun 2025,” terang Charles.
Untuk 2026, ia berharap ada intervensi nyata dari semua dinas terkait melalui pemerintah daerah.
“Tahun 2026 ini diharapkan bahwa ada intervensi dari semua dinas terkait melalui pemerintah, sehingga itu betul-betul gerakan semua daerah,” ujarnya.
Menurutnya, penurunan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan penta helix.
“Seluruh komponen, instansi dinas terkait, akademisi dan juga dengan stakeholder lain terutama swasta atau pengusaha dan juga semua pihak, harus kita penta helix termasuk media kita harus melakukan gerakan,” kata Charles.
Hal itu, karena optimalisasi upaya penurunan stunting bukan masalah anggaran semata.
“Jadi ini yang tentu bukan kita mau bicarakan masalah anggaran dan lain sebagainya tapi bagaimana kita bekerja untuk masyarakat kita. Masyarakat ini harus ada perhatian,” jelasnya.
Melalui GENTING, tentunya menuntut peran bersama antara pemerintah, swasta, akademisi, komunitas dan media yang berdampak mejurunkan angka stunting di Papua secara signifikan hingga 2029.(red)

