Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri saat menyampaikan refleksi akhir Tahun 2025, Rabu (31/12/25)
JAYAPURA, Beritafajar7.com – Mengakhiri Tahun 2025, Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri didampingi para asisten dan unsur pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyampaikan refleksi akhir tahun 2025, di ruang pertemuan Kantor Gubernur Papua, Dok II Kota Jayapura, Rabu (31/12/25).
Mathius Fakhiri yang resmi menjabat sebagai Gubernur Papua didampingi Aryoko Rumaropen sejak dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto pada 8 Oktober 2025 menyambut Tahun Baru 2026 dengan penuh rasa syukur atas berbagai capaian pembangunan, serta komitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Kepada puluhan awak media di Kota Jayapura, Gubernur Fakhiri memaparkan kemajuan positif Provinsi Papua di Tahun 2025 yang dapat dilihat dari sejumlah indikator pembangunan.
Diantaranya adalah pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua pada triwulan III tahun 2025 yang tercatat sebesar 4,21 persen, dan menjadi yang tertinggi di Tanah Papua.
Hal itu ditunjang dengan inflasi yang tetap terkendali pada angka 2,51 persen (yoy) dengan inflasi November 2025 sebesar 0,08 persen (mtm).
“Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi Papua yang semakin membaik di tengah dinamika nasional dan global,” ujar Fakhiri.
Untuk sektor kesehatan, angka harapan hidup masyarakat Papua tercatat mencapai 70,77 tahun.
Namun demikian, prevalensi stunting masih berada pada angka 28,6 persen sehingga menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua untuk terus diturunkan melalui berbagai intervensi terarah.
Di tahun 2025, Pemerintah Provinsi Papua juga berhasil meraih penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award 2025, yang merupakan pengakuan atas keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pemerataan pembangunan antar wilayah.
Dan memasuki tahun 2026, Pemerintah Provinsi Papua telah menetapkan arah pembangunan dengan visi “Transformasi Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni”, melalui sejumlah prioritas strategis.
Hal itu seperti penguatan tata kelola pemerintahan yang responsif dan akuntabel, peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua yang unggul dan inklusif, dan penurunan angka kemiskinan dan penguatan perlindungan sosial.
Pemantapan keamanan dan kedamaian daerah, pemerataan pembangunan dan konektivitas antarwilayah, penguatan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal juga menjadi prioritas pada visi dan misi Pemerintah Provinsi Papua.
Untuk ketahanan pangan, Pemerintah Provinsi Papua sedang mengembangkan program cetak sawah, termasuk pembangunan kawasan pertanian seluas 640 hektare di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, serta pengembangan peternakan, penyediaan sarana produksi pertanian, dan penguatan pascapanen.
Pemerintah Provinsi Papua meningkatkan pelayanan kesehatan melalui penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan kualitas layanan ibu dan anak, serta penyiapan program Kartu Kasih bagi ibu hamil dan jaminan sosial bagi lanjut usia.
Sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan pelayanan dan perlindungan sosial kepada masyarakat, Pemerintah Papua menghadirkan program mudik gratis Natal dan Tahun Baru, baik jalur laut maupun darat.
Pemerintah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia atas dukungan melalui berbagai program strategis nasional, antara lain Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan tiga juta rumah, koperasi Merah Putih, layanan cek kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit vertikal, serta sekolah rakyat.
Menutup refleksi akhir tahun, Gubernur Papua mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong sebagai modal utama pembangunan Papua.
“Papua akan terus melangkah maju dengan semangat persatuan dan kasih. Mari kita jadikan tahun 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen bersama menuju Papua yang lebih sejahtera, adil, dan bermartabat,” ujar Gubernur.
Pemerintah Provinsi Papua juga menyampaikan duka cita atas berbagai musibah yang terjadi sepanjang tahun 2025, termasuk kecelakaan laut di Kabupaten Kepulauan Yapen, serta mengajak seluruh masyarakat untuk saling mendoakan dan memperkuat nilai kemanusiaan.(red)

