JAYAPURA, Beritafajar7– Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata menggelar kegiatan fasilitasi sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja bidang pariwisata, Senin (27/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 29 Juli 2026 ini menyasar tenaga kerja pramusaji sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pariwisata Kota Jayapura.
Staf Ahli Wali Kota Jayapura Bidang SDM dan Kemasyarakatan, Sem Stenly Merautje, yang mewakili Wali Kota Jayapura, mengatakan pelatihan ini menjadi kesempatan penting bagi peserta untuk menyerap ilmu selama masa pelatihan berlangsung.
“Ilmu-ilmu ini nanti peserta serap dari hari ini sampai tanggal 29, karena tidak akan datang kembali lagi. Waktu ini akan berlalu,” ujarnya.
Ia menyampaikan, peserta pelatihan merupakan perwakilan dari sejumlah kampung, dengan informasi yang diterimanya dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas bahwa sepuluh kampung telah mengirimkan perwakilan dalam kegiatan tersebut.
Merautje menegaskan Kota Jayapura sebagai gerbang pembangunan di tanah Papua memiliki potensi wisata alam, budaya, sejarah, dan bahari yang besar. Namun potensi tersebut menurutnya perlu didukung sumber daya manusia yang profesional dan berdaya saing, mengingat kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor utama penentu kepuasan wisatawan.
Ia mencontohkan keluhan yang pernah disampaikan salah satu pelaku usaha pariwisata terkait minimnya standar kebersihan fasilitas, khususnya toilet, di kafe-kafe yang tumbuh di sepanjang kawasan Jembatan Merah Hamadi. Ia membandingkannya dengan standar kebersihan toilet di hotel maupun bandara besar seperti Bandara Internasional Makassar.
Ia menyoroti sejumlah kafe di kawasan pesisir yang tumbuh dari usaha nelayan namun belum dibarengi kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola usaha jasa wisata. Selain persoalan kebersihan fasilitas, ia juga menyinggung kebiasaan konsumsi minuman beralkohol di sejumlah lokasi wisata pantai yang dinilai menimbulkan kesan negatif bagi wisatawan dan berpotensi menurunkan minat kunjungan berulang.
Merautje menyebut pelaksanaan sertifikasi ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kota Jayapura dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pariwisata, sekaligus memastikan tenaga kerja memiliki kemampuan sesuai standar kompetensi kerja nasional.
Ia berharap peserta dapat mengikuti seluruh proses pembelajaran dan uji kompetensi dengan sungguh-sungguh bersama narasumber nasional yang berpengalaman di bidang pariwisata, sehingga mampu memberikan pelayanan prima dan menjadi duta pelayanan yang memperkenalkan keramahan serta budaya Kota Jayapura kepada wisatawan.
Ia turut mengajak generasi muda Papua di Jayapura dan sekitarnya untuk terus mengembangkan diri dan meningkatkan rasa percaya diri agar mampu tampil berbeda dan bersaing di sektor pariwisata. Ia menambahkan, sektor pariwisata dan UMKM dinilai memiliki ketahanan tinggi terhadap gejolak ekonomi global dibandingkan sektor lain.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Neti Kamal, mengatakan tenaga pramusaji memerlukan upaya peningkatan kompetensi melalui kegiatan sertifikasi profesi.
“Sertifikasi pramusaji merupakan salah satu langkah strategis untuk memastikan tenaga kerja pariwisata di Kota Jayapura memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional kerja, sehingga mampu memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas, dan berdaya saing,” katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan sertifikasi ini merupakan bentuk dukungan Dinas Pariwisata Kota Jayapura terhadap pengembangan industri pariwisata sekaligus peningkatan kualitas pelayanan pada sektor perhotelan serta usaha jasa makanan dan minuman.

