JAYAPURA, Beritafajar7 – Astra Motor Papua terus melakukan pengembangan sistem chatbot darurat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan dalam menghadapi berbagai situasi krisis, seperti kerusuhan maupun kebakaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Bagas Fensanarko dalam wawancara yang berlangsung di Kantor Astra Motor Papua (Main Dealer), Entrop, Kota Jayapura, Selasa (9/6/2026).
Menurut Bagas, pengembangan chatbot terus dilakukan melalui evaluasi berkala agar sistem menjadi lebih cerdas dan mampu memberikan respons yang lebih efektif ketika dibutuhkan.
“Kalau pengembangan chatbotnya memang terus kami evaluasi. Semakin banyak logika yang dimasukkan, tentunya chatbot akan semakin pintar. Jadi pengembangannya lebih banyak dilakukan di sisi itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini chatbot tersebut masih dipertahankan dan siap digunakan, khususnya dalam kondisi darurat yang membutuhkan penyebaran informasi secara cepat kepada seluruh karyawan.
Bagas mencontohkan, sistem tersebut dirancang untuk mengirimkan pesan secara massal (blast message) ke seluruh karyawan apabila terjadi situasi yang mengharuskan proses evakuasi atau langkah tanggap darurat lainnya.
“Fungsinya untuk mengarahkan karyawan ketika terjadi kondisi yang mendesak. Namun sejak dibuat, memang belum pernah benar-benar digunakan dalam situasi nyata. Selama ini lebih sering digunakan untuk simulasi dan pengujian sistem,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pada kompetisi tingkat nasional tahun 2025, tema yang diangkat masih berkaitan dengan respons perusahaan terhadap kondisi kerusuhan maupun kebakaran. Namun, fokus pengembangan kini mulai bergeser.
Menurutnya, perusahaan menyadari bahwa kecanggihan teknologi tidak akan memberikan hasil maksimal apabila sumber daya manusia yang menggunakannya tidak memiliki kesiapan dan respons yang baik saat menghadapi keadaan darurat.
“Chatbot tetap berjalan sebagai sarana penyebaran informasi, tetapi sekarang fokus kami lebih kepada melatih orangnya. Karena sistem secanggih apa pun tidak akan efektif kalau orangnya tidak bergerak atau tidak tahu apa yang harus dilakukan,” jelas Bagas.
Karena itu, sepanjang tahun 2025, Astra Motor Papua lebih menitikberatkan program kesiapsiagaan pada pembentukan kebiasaan dan peningkatan respons karyawan agar mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui kombinasi antara pemanfaatan teknologi digital dan penguatan kapasitas sumber daya manusia, Astra Motor Papua berharap dapat membangun sistem manajemen krisis yang lebih efektif, sehingga keselamatan dan keamanan karyawan tetap terjaga dalam berbagai kondisi.

