JAYAPURA, Beritafajar7.com — Pemerintah Kota Jayapura melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Bimbingan Teknis Penanganan Pascabencana Daerah, di Hotel Horison Ultima Entrop, Kota Jayapura, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari TNI, Polri, Balai Wilayah Sungai, Balai Perumahan, hingga instansi terkait lainnya.
Dalam keterangannya kepada wartawan usai membuka kegiatan, Rustan Saru menegaskan kegiatan ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.
“Jadi hari ini, 6 Oktober 2026, pemerintah kota melalui BPBD melaksanakan bimbingan teknis penanganan pascabencana yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, TNI, Polri, Balai Wilayah Sungai, Balai Perumahan, dan pihak terkait lainnya. Ini sangat penting karena menyangkut penyelamatan warga yang bermukim di daerah rawan bencana,” ujarnya.
Rustan menjelaskan bimbingan teknis ini bertujuan membekali peserta dengan kesiapsiagaan, kemampuan, dan pengalaman untuk bertindak cepat di lapangan saat terjadi bencana, baik banjir, longsor, gempa bumi, kebakaran, maupun bencana lainnya.
Lebih jauh, ia menyoroti penanganan bencana yang selama ini belum berjalan terkoordinir dan sistematis.
Oleh karena itu, tata kelola penanganan perlu dibenahi agar berjalan satu komando, satu pintu, satu data, dan satu pelaporan.
“Penanganan selama ini belum terkoordinir, belum tersistematis, belum diatur dengan sebaik mungkin. Maka perlu manajemen dan tata kelola yang baik, agar satu komando, satu pintu, satu data, satu pelaporan. Tujuannya agar tidak ada tumpang tindih, tidak ada kegagalan penanganan, dan dampak bagi warga dapat diminimalisir,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa masyarakat yang terdampak harus benar-benar merasa diperhatikan dan dilayani dengan baik. Penanganan yang terlambat, tidak tepat, atau justru menimbulkan masalah baru harus dihindari sepenuhnya.
“Kegiatan ini memberi pemahaman dan cara kerja yang sama, sehingga masyarakat benar-benar merasa diperhatikan sepenuhnya oleh pemerintah saat bencana terjadi. Jangan sampai penanganan terlambat, tidak tepat, atau menimbulkan masalah baru,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala BPBD Kota Jayapura, Yayong Baddu, ST, MT, dalam laporannya menyampaikan bahwa Bintek tersebut untuk meningkatkan kapasitas aparatur dan pemangku kepentingan dalam penanganan pascabencana.
“Bimtek ini juga mendorong perencanaan pemulihan yang lebih terarah, terpadu, efektif, dan sesuai kebutuhan daerah,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi baru dalam tata kelola penanggulangan bencana di Kota Jayapura, sehingga pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat, tepat, terpadu, dan berkelanjutan.(red)

