JAYAPURA, Beritafajar7.com – Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKT) dan Yayasan Tongkonan Provinsi Papua Periode 2026-2031 resmi dilantik dan dikukuhkan.
Pengukuhan Pengurus IKT Papua dilakukan langsung oleh Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, bertempat di Tongkonan Kotaraja, Kota Jayapura, Kamis (8/10/26).
Pengurus yang dilantik tersebut merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke-V IKT Papua dengan ketua terpilih AKBP Zet Saalino.
Usai dikukuhkan Gubernur, Ketua IKT Papua, AKBP Zet Saalino kemudian melantik dan mengukuhkan Pengurus Yayasan Tongkonan Papua.
Saat ditemui wartawan usai pelantikan, Ketua IKT Papua, AKBP Zet Saalino mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Provinsi Papua.
“Tentu kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah khususnya kepada Bapak Gubernur karena hari ini berkenan mengukuhkan kami sebagai pengurus Ikatan Keluarga Toraja Provinsi Papua,” ujar Zet.
Sebagai pengurus yang baru dilantik, pihaknya berkomitmen menjadikan IKT sebagai paguyuban yang besar dan menjadikan Tongkonan sebagai rumah bersama.
“Sebagai pengurus yang baru dilantik ya sebagaimana visi dan misi yang kami sampaikan pada saat musyawarah daerah provinsi bahwa kami berkomitmen untuk menjadikan organisasi atau paguyuban Ikatan Keluarga Toraja ini menjadi paguyuban yang besar, jadikan Tongkonan ini rumah bersama, rumah untuk seluruh masyarakat Toraja di Papua datang untuk menyelesaikan semua permasalahan-permasalahan, datang untuk menaikkan puji syukur kepada Tuhan,” katanya.
Meski belum melaksanakan rapat kerja, Zet mengatakan pihaknya telah membagi program kerja menjadi tiga bagian, yakni jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
“Memang ya sesuai dengan program yang kami rencanakan walaupun belum rapat kerja. Tentunya kami akan bagi program menjadi tiga, yaitu nanti jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang,” ucapnya.
“Untuk jangka pendek ke depan ini tentu kami akan usahakan seluruh organisasi masyarakat Toraja yang ada di Provinsi Papua menjadi solid. Kita jadi solid jika ada hal-hal yang perlu diselesaikan kita selesaikan segera untuk ke depan kita semakin baik, bersatu, kita inklusif baik kepada seluruh masyarakat Toraja maupun masyarakat orang asli Papua,” sambungnya.
Ia menegaskan, IKT Papua ingin terus menjaga kedamaian dan mendukung seluruh program pembangunan pemerintah di Tanah Papua.
“Tentu kita ingin agar masyarakat yang ada di tanah Papua ini selalu damai, mendukung seluruh program pembangunan pemerintah,” ujarnya.
Untuk program prioritas, IKT Papua dalam waktu dekat akan membangun Lembaga Bantuan Hukum (LBH) bagi masyarakat Toraja di Tongkonan.
“Untuk khusus Ikatan Keluarga Toraja tentu dalam waktu dekat kami akan segera bangun lembaga bantuan hukum masyarakat Toraja di Tongkonan ini supaya nanti ketika masyarakat Toraja mengalami atau menghadapi permasalahan hukum, mereka ini akan mendampingi sehingga hak-haknya merasa terproteksi,” jelasnya.
Bahkan, LBH tersebut juga terbuka untuk mendampingi masyarakat asli Papua yang menghadapi persoalan hukum.
“Tentu juga kita terbuka kepada seluruh masyarakat yang ada, bukan hanya masyarakat Toraja tetapi seluruh masyarakat asli Papua juga akan kita dampingi ketika menghadapi persoalan hukum,” katanya.
Program kedua, pihaknya akan memanfaatkan areal Tongkonan yang luas sebagai pusat pendidikan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Papua.
“Hal yang kedua juga di Tongkonan ini karena seperti yang saya sampaikan tadi bahwa areal Tongkonan ini luas, kami akan jadikan pusat pendidikan di sini sebagai perwujudan untuk meningkatkan sumber daya manusia Papua ya, tentu kami dari masyarakat Toraja ke depan kami akan bangun di sini pendidikan, paling tidak kita mulai dari play group atau PAUD secara bertahap kita mulai persiapkan itu,” ungkapnya.
Selain itu, Tongkonan juga akan dijadikan sebagai pusat budaya dan pusat kegiatan olahraga pemuda.
“Selain itu juga ya tentu di sini juga Tongkonan kita jadikan pusat budaya jadi di sini orang-orang Toraja bisa berkreasi meningkatkan seni budaya bersama dengan masyarakat asli Papua di Tongkonan ini,” ujarnya.
“Ya tentu juga Tongkonan ini kita jadikan pusat kegiatan olahraga, banyak olahraga yang bisa kita kembangkan, kita dorong pemuda-pemuda kreatif supaya tidak berpikir yang negatif jadi seperti kita laksanakan turnamen-turnamen olahraga di sini seperti gedung Tongkonan ini ya kegiatan yang bisa dilaksanakan seperti bulu tangkis, sepak takraw dan di outdoor di sana banyak ada bisa voli, ada futsal, dan lain sebagainya,” pungkasnya.(red)

