JAYAPURA, Beritafajar7.com – Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) di Tanah Papua menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 dengan penuh sukacita pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026.
Acara yang mengusung tema “Bersatu, Berbudaya, Berkarya untuk Tanah Papua” ini berlangsung di Lyma Kafe, yang dihadiri Asisten III Setda Papua, Ny. Suasana Wanggai, Ketua IKEMAL Papua, Kristian Sohilait, ST,M.Si, sejumlah tokoh paguyuban di Papua serta segenap keluarga besar pengurus IKEMAL Papua maupun Kota/Kabupaten Jayapura.
Perayaan ini± menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus menegaskan komitmen warga Maluku untuk terus berkontribusi positif dalam pembangunan di Tanah Papua dengan semangat “Potong di kuku rasa didaging, Ale Rasa Beta Rasa”.
Suasana perayaan berlangsung sangat meriah berkat kehadiran deretan artis profesional dan figur publik asal Ambon, di antaranya ada Sami Memy, artis dan komedi ternama asal Ambon yang sukses menghibur para tamu undangan dengan aksi panggungnya, ada D’Uzzy, Kristin Lawas, Willy & Ceci, Oci dan juga Roby.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum IKEMAL Pusat di Tanah Papua, Christian Sohilait, ST, M.Si, mengajak seluruh warga Maluku yang tersebar di bumi Cenderawasih untuk menjaga soliditas dan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Mengawali sambutannya, Christian menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh sesepuh, tokoh, dan warga Maluku yang telah menginisiasi sekaligus membesarkan organisasi paguyuban ini di Tanah Papua.
“Hari ini merupakan ulang tahun IKEMAL yang ke-21. Karena itu, atas nama pengurus, saya ingin menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua yang telah hadir dan menghadirkan IKEMAL di Tanah Papua. Mereka-mereka yang hari ini masih hidup, maupun yang sudah pergi meninggalkan kami anak-anak Maluku hari ini, telah membuat sejarah tentang berdirinya persekutuan ini,” ujar Christian.
Di bawah kepemimpinannya yang merupakan periode kepengurusan keempat, IKEMAL terus bergerak maju melakukan konsolidasi organisasi. Saat ini, IKEMAL telah berhasil membentuk jaringan di 6 provinsi baru hasil pemekaran di Papua.
“Dalam usia 21 tahun, kami telah berusaha melakukan konsolidasi kepada 26 Ikatan Keluarga Maluku di seluruh Tanah Papua, yang terdiri dari enam provinsi dan 26 cabang. Target kita adalah 42 cabang akan terbentuk pada tahun 2027 mendatang,” tegasnya.
Dikatakan, ada empat pilar utama kehadiran IKEMAL di Tanah Papua, yaitu:
• Bagi Internal Keluarga: Menjadi wadah pemersatu dan saling menopang antarsesama warga Maluku di tanah rantau.
• Bagi Pemerintah: Memberikan dukungan penuh (support) bagi program pembangunan. Mengingat banyak anak-anak Maluku yang mengabdi di berbagai lini, mulai dari TNI, Polri, legislatif (DPR), instansi pemerintahan, hingga sektor swasta.
• Bagi Agama: Menjaga keharmonisan dan toleransi. Mengingat warga Maluku terdiri dari komunitas Kristen dan Muslim yang hidup rukun. Peran ini melanjutkan sejarah panjang tahun 1930 hingga 1950-an ketika orang Maluku pertama kali masuk Papua sebagai penginjil, guru, perawat, dan paramedis.
• Bagi Masyarakat Luas: Hadir memberikan dampak sosial yang positif di manapun mereka berada.
Di hadapan tamu undangan dan ratusan warga Maluku yang memadati Kafe Lyma, Christian mengingatkan pentingnya memegang teguh falsafah hidup orang Maluku, yaitu Pela Gandong dan semangat “Potong di kuku rasa di daging”.
Menurutnya, perbedaan latar belakang atau politik tidak boleh merusak ikatan persaudaraan.
“Hal ini merupakan bagian yang terpenting dalam budaya orang Maluku. Kita boleh berbeda dalam banyak hal, tetapi Pela Gandong tidak akan memisahkan kita orang Maluku. Kita boleh ada di mana-mana, boleh berbeda di mana-mana, tapi tetap kita satu, kita adalah bersaudara di tanah rantau,” serunya yang disambut tepuk tangan riuh.
Selain memperkuat struktur organisasi, pengurus IKEMAL Papua saat ini tengah melakukan langkah progresif dengan mendokumentasikan sejarah penjelajahan leluhur mereka.
“Dalam kepengurusan kami, kami sedang membuat satu buku sejarah masuknya orang-orang Ambon, orang-orang Maluku di Tanah Papua. Ada satu daerah yang ternyata pernah dimasuki orang Maluku sejak tahun 1930. Sejarah itu mencatat perjalanan panjang kehadiran kami di sini,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Christian mengucapkan selamat ulang tahun kepada Ikatan Keluarga Maluku yang ke-21 tahun.
“Semoga seluruh warga Maluku di seluruh Tanah Papua yang tersebar di enam provinsi dan 42 kabupaten/kota tetap sehat, tetap kuat, dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi pemerintah, bagi gereja, bagi masjid, dan bagi siapa saja masyarakat yang ada di tanah ini,” pungkasnya.(red)

