JAYAPURA, Beritafajar7.com – Lembaga Kesehatan Cinta (LKC) Dompet Dhuafa Papua menggelar pelatihan kader kusta yang diikuti perwakilan dari tiga puskesmas di Kota Jayapura. Kegiatan ini difokuskan pada penyegaran kemampuan pelaporan digital serta komunikasi efektif untuk menekan stigma di masyarakat.
Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Papua, Tumijan, menjelaskan pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas para kader dalam dua hal utama.
“Kami perlu me-refresh terutama materi tentang pelaporan digitalnya. Yang kedua, komunikasi efektif untuk pencegahan stigma,” ujar Tumijan saat ditemui wartawan.
Ia menegaskan kader dilatih agar mampu mengajak masyarakat untuk mau berobat secara sukarela. Pasalnya, banyak penderita kusta enggan berobat karena dikucilkan, bahkan oleh keluarga sendiri.
“Karena biasanya ketika ada yang sakit itu bisa jadi karena stigma masyarakat, masyarakat takut dikucilkan oleh keluarganya. Banyak dari kita juga ada yang tidak diakui keluarga, ada yang tadinya mengajar akhirnya disuruh berhenti mengajar. Padahal ketika dia sudah berobat, seharusnya tidak perlu seperti itu,” ungkapnya.
Oleh karena itu, kader dibekali keterampilan berkomunikasi agar masyarakat tidak lagi memandang negatif penderita kusta. Pihaknya juga berencana melakukan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Jayapura.
Pelatihan ini diikuti masing-masing lima orang dari Puskesmas Abepura, Puskesmas Hamadi, dan Puskesmas Jayapura Utara—tiga wilayah dengan jumlah kasus yang cukup tinggi. Secara keseluruhan, LKC Dompet Dhuafa Papua saat ini mendampingi 195 orang penerima manfaat yang juga menerima bantuan perlengkapan kebersihan diri seperti sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi, hingga sabun cuci.
“Pelatihannya ini baru kami lakukan satu kali, tapi mudah-mudahan ke depannya bisa rutin dilaksanakan,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten III Setda Kota Jayapura, Dr. Ni Nyoman Sri Antari, menyambut baik kegiatan tersebut. Pemerintah Kota sangat mengapresiasi peran Dompet Dhuafa yang telah memberikan layanan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat, meliputi penyuluhan di sekolah dan lingkungan, pelayanan kesehatan gratis, hingga pemberian makanan tambahan.
“Kita sangat bersyukur ada mitra kerja seperti Dompet Dhuafa. Bukan hanya mereka, kami berharap yang lainnya juga ikut berperan. Semua penduduk yang mampu membantu yang belum mampu, karena kita satu hati,” ucapnya.
Ia berharap kolaborasi antara pihak swasta, lembaga sosial, dan pemerintah daerah terus diperkuat demi peningkatan kesejahteraan warga Kota Jayapura.(red)

