SENTANI, Beritafajar7.com — Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jayapura meresmikan Panti Asuhan Muhammadiyah Kabupaten Jayapura yang berlokasi di Jalan YPKP, Sentani, Selasa (20/10/2026).
Lembaga sosial ini dibangun di atas tanah wakaf dan siap menampung anak-anak yatim piatu, terlantar, dan dari keluarga kurang mampu tanpa membedakan latar belakang.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jayapura, Dr. H. Tri Mulyadi, menjelaskan keberadaan panti asuhan ini merupakan bagian dari tiga pilar utama amal usaha Muhammadiyah — pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial.
“Tujuannya menghimpun anak-anak yang kurang mampu, yatim piatu, maupun terlantar, untuk diedukasi agar ke depan bisa mandiri dan berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya saat ditemui wartawan.
Panti ini memiliki daya tampung sekitar 30 anak, dengan luas bangunan yang sudah selesai dibangun sekitar 300 meter persegi, dengan lahan keseluruhan seperempat hektar.
Masih ada bangunan seluas 300 meter persegi yang akan direhab serta 20 kamar yang masih berupa kerangka dan akan diselesaikan agar layak huni dan tidak lembab.
Satu hal yang istimewa, penerimaan penghuni tidak memberlakukan syarat yang kaku.
“Kita tidak menuntut surat keterangan tidak mampu dari lurah. Cukup pembicaraan sederhana. Dan yang penting, penerimaan terbuka untuk siapa saja, bukan hanya warga Muhammadiyah,” tegas Dr. Tri Mulyadi.
Ke depannya, panti akan membina kemandirian melalui program ekonomi kerakyatan, termasuk budidaya ikan tawar seperti lele dan mujair yang sarana prasarananya sudah disiapkan.
Saat ini panti tinggal menyelesaikan instalasi listrik dan air, dan ditargetkan mulai menerima donatur serta penghuni pada akhir tahun 2026.
Tanah tempat panti berdiri merupakan wakaf dari H. Kardi, salah satu unsur pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Jayapura yang pulang ke Jawa dan mewakafkan huniannya untuk kepentingan umat.
Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos., MKP, yang membacakan sambutan Bupati Jayapura, menyambut baik kehadiran panti ini.
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga membangun manusia dan memperkuat kepedulian sosial. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri — sinergi dengan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah sangat dibutuhkan,” ungkapnya.
Ia berharap panti asuhan ini menjadi berkat bagi anak-anak yang dibina maupun seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura, dan menjadi bukti nyata kolaborasi dalam membangun sumber daya manusia.(red)

