JAYAPURA, Beritafajar7– Penjualan sepeda motor di wilayah Papua masih menunjukkan tren positif meski dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi dan kondisi geografis. Hal itu disampaikan Kepala Wilayah PT Astra Motor Papua, Gangga Nanda Adi Surya, dalam kegiatan pemaparan ringkasan penjualan motor seluruh Papua yang berlangsung di Pace Tan, Kopi Tiam Jayapura, Senin (18/05/2026).
Dalam pemaparannya, Gangga mengungkapkan capaian penjualan motor sepanjang tahun ini masih berada dalam jalur yang sesuai dengan target perusahaan yang telah ditetapkan sejak awal tahun.
“Cara pencapaian penjualan kita masih berada pada interval yang bisa dibilang sesuai dengan perencanaan yang dipasang sejak awal tahun,” ujarnya.
Menurutnya, sepeda motor jenis skutik masih menjadi pilihan utama masyarakat Papua. Faktor kebutuhan operasional dan efisiensi penggunaan menjadi alasan utama tingginya minat konsumen terhadap model tertentu.
Gangga menjelaskan dua produk Honda yang paling mendominasi pasar Papua saat ini adalah Honda Beat dan Honda Scoopy. Kedua model tersebut bahkan menyumbang porsi penjualan terbesar.
“Rata-rata masyarakat Papua memilih motor untuk kebutuhan operasional. Karena itu Beat dan Scoopy menjadi kontributor terbesar Honda di Papua,” katanya.
Ia menyebut dominasi dua model tersebut mencapai sekitar 50–60 persen dari total penjualan.
Selain skutik, kondisi geografis Papua yang memiliki tantangan medan dan topografi jalan juga memengaruhi tren pilihan konsumen. Motor jenis offroad mulai mendapat perhatian masyarakat, khususnya Honda CRF 150.
“Kalau melihat kondisi topografi Papua yang cukup menantang, motor offroad seperti CRF menjadi pilihan berikutnya,” ujarnya.
Sementara untuk motor jenis premium seperti ADV, Gangga mengakui kontribusinya belum terlalu besar. Meski demikian, tren permintaannya mengalami peningkatan.
“ADV belum memberikan kontribusi signifikan, tetapi trennya meningkat dan kami mencoba memenuhi segmentasi pasar tersebut,” jelasnya.
Menanggapi kondisi pelemahan nilai tukar rupiah, PT Astra Motor Papua mengaku masih melakukan pemantauan dan belum melihat dampak langsung terhadap pasar otomotif di wilayah Papua.
“Sejauh ini belum ada trigger tertentu, tetapi tentu menjadi perhatian khusus bagi kami. Kami tetap ingin berkontribusi untuk masyarakat Papua,” katanya.
Untuk tahun ini, PT Astra Motor Papua menargetkan penjualan sekitar 39 ribu hingga 40 ribu unit motor di seluruh Papua.
“Kami tetap berharap ada pertumbuhan, walaupun masih wait and see terhadap kondisi yang terjadi,” tambah Gangga.
Terkait tantangan setelah pembentukan daerah otonomi baru (DOB), pihaknya memastikan akan tetap mengikuti kebijakan pemerintah serta menjaga kualitas layanan kepada konsumen di seluruh wilayah Papua.
“Kepuasan konsumen harus menjadi prioritas utama, bukan hanya saat penjualan tetapi juga layanan purna jual atau after sales,” tegasnya.
Sementara mengenai motor listrik, Astra Motor Papua menyebut produk tersebut sudah tersedia. Namun saat ini perusahaan masih memprioritaskan pemasaran motor yang dinilai paling mendukung kebutuhan operasional masyarakat Papua.
“Motor Honda dikenal irit dan itu menjadi salah satu keunggulan utama yang tetap kami dorong agar menjadi pilihan masyarakat Papua,” pungkasnya.

