SENTANI, Beritafajar7 – Pemerintah Kabupaten Jayapura memutuskan untuk menunda pelaksanaan puncak Festival Danau Sentani 2026 hingga September 2026. Keputusan tersebut diambil dalam rapat pelaksanaan festival yang berlangsung di Hotel Grand Cartenz pada Rabu (24/6/26), dipimpin oleh Dr. Yunus Wonda bersama jajaran pemerintah daerah dan panitia penyelenggara.
Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, menegaskan bahwa Festival Danau Sentani tahun ini tidak hanya menjadi agenda tahunan semata, tetapi juga menjadi langkah awal dalam mewujudkan kawasan wisata permanen yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah.
Menurutnya, lokasi festival yang saat ini sedang dibangun akan dikembangkan menjadi pusat kuliner dan destinasi wisata permanen bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Jayapura.
“Kita tetap selenggarakan festival tahun ini. Namun yang terpenting adalah bagaimana lokasi festival ini menjadi kawasan wisata permanen. Nantinya akan ada pusat kuliner makanan khas Kabupaten Jayapura seperti papeda, serta berbagai kegiatan wisata yang berlangsung sepanjang tahun,” ujar Yunus Wonda.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut masih terus berlangsung. Saat ini proses penimbunan lahan telah dilakukan dan dalam waktu dekat akan memasuki tahap pengecoran.
Bahkan, Pemerintah Kabupaten Jayapura berencana memanfaatkan lokasi tersebut untuk pelaksanaan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang sebagai bagian dari uji kelayakan kawasan.
“Kami berharap dukungan seluruh masyarakat agar Festival Danau Sentani bisa sukses. Tempat ini nantinya menjadi destinasi wisata dan pusat kuliner permanen, tidak lagi dibangun dan dibongkar setiap tahun. Setiap saat akan ada kegiatan dan event di lokasi tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Gilberd R. Yakwart menjelaskan bahwa hasil rapat bersama Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, dan para kepala distrik memutuskan untuk menggeser jadwal pelaksanaan festival.
Pra-event Festival Danau Sentani akan dimulai pada 20 Agustus 2026 dan berlangsung hingga menjelang acara utama. Sedangkan puncak festival dijadwalkan berlangsung pada 1–5 September 2026.
“Keputusan penundaan diambil karena kesiapan lahan di lokasi festival belum memungkinkan untuk digunakan dalam waktu dekat. Berdasarkan laporan dari Dinas PUPR dan DP2KP, progres pembangunan infrastruktur baru mencapai sekitar 35 persen,” jelas Gilberd.
Ia mengatakan bahwa meskipun proses penimbunan lahan telah selesai, masih diperlukan waktu untuk pekerjaan pengecoran serta penyempurnaan fasilitas pendukung lainnya agar lokasi benar-benar siap digunakan.
Terkait anggaran, Gilberd mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Danau Sentani 2026 diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp2,5 miliar. Angka tersebut dinilai cukup efisien dibandingkan pelaksanaan festival pada tahun-tahun sebelumnya yang menghabiskan anggaran hingga Rp5 miliar sampai Rp7 miliar untuk kegiatan yang hanya berlangsung empat hingga lima hari.
“Ini menjadi tantangan tersendiri karena kegiatan yang direncanakan kali ini berlangsung lebih panjang. Namun kami berharap dengan penundaan ini seluruh persiapan, baik infrastruktur maupun anggaran, dapat lebih matang,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengakui bahwa perubahan jadwal tersebut membuat pelaksanaan Festival Danau Sentani tidak lagi bersamaan dengan agenda wisata nasional lainnya, termasuk Festival Lembah Baliem. Namun keputusan tersebut diambil demi memastikan kesiapan lokasi dan kualitas penyelenggaraan festival.
Pemerintah Kabupaten Jayapura optimistis Festival Danau Sentani 2026 akan menjadi momentum penting dalam pengembangan sektor pariwisata daerah, sekaligus menghadirkan kawasan wisata dan pusat ekonomi kreatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat sepanjang tahun.

