JAYAPURA, Beritafajar7– Enam unit rumah dinas atau asrama milik Kepolisian Sektor (polsek) Pirime, Kepolisian Resor (Polres) Lani Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, ludes terbakar. Kepolisian Daerah (Polda) Papua memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Hal itu disampaikan Kombes Pol. Cahyo Sukarnito dalam wawancara di Media Center Mapolda Papua, Kota Jayapura, Jumat (17/7/2026). Ia menjelaskan, hasil penyelidikan sementara belum mengungkap penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan enam unit bangunan tersebut.
“Telah terjadi kebakaran enam unit asrama polisi milik Polsek Pirime, Polres Lani Jaya yang ada di Provinsi Papua Pegunungan. Hasil penyelidikan sementara belum diketahui penyebab dari kebakaran. Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa, hanya menghanguskan enam unit rumah,” ujar Cahyo.
Ia menambahkan, para personel yang sebelumnya menempati rumah dinas tersebut untuk sementara waktu mengungsi ke Polres Lani Jaya. Menurutnya, situasi keamanan di Kabupaten Lani Jaya pascakebakaran dilaporkan masih aman dan terkendali.
“Sementara personel yang menempati mengungsi di Polres Lani Jaya, dan situasi di Kabupaten Lani Jaya sementara masih aman terkendali,” katanya.
Cahyo mengungkapkan, Kapolres Lani Jaya beserta jajaran telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat untuk melakukan langkah mitigasi terkait dampak kebakaran tersebut.
Kronologi Kebakaran
Berdasarkan laporan Polres Lani Jaya, Cahyo menjelaskan kronologi kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIT, saat api pertama kali diketahui muncul dari salah satu rumah yang berada di ujung deretan bangunan. Rumah tersebut disebut dalam kondisi kosong atau tidak berpenghuni.
“Sekitar pukul 16.00 diketahui api muncul dari rumah paling ujung, rumah nomor 6, yang saat ini kosong atau tidak berpenghuni. Itu bangunan lama dari kayu yang dibangun tahun 2014,” jelasnya.
Ia menuturkan, keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran di wilayah Lani Jaya menjadi salah satu kendala di lapangan, sehingga api yang muncul dari rumah nomor 6 tersebut dengan cepat merembet dan menghanguskan seluruh deretan unit bangunan yang dibangun pada 2014.
Terkait kerugian material, Cahyo menyampaikan pihaknya masih melakukan pendataan, khususnya terhadap fasilitas milik anggota yang turut terdampak.
“Kalau untuk kerugian materialnya sementara masih didatakan, karena masih dihitung kerugian-kerugian, terutama fasilitas yang dipakai anggota,” ujarnya.
Sementara itu, mengenai proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, Cahyo menyebut hal itu masih dalam proses. Ia menjelaskan, tim identifikasi belum dapat langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan proses tersebut masih dikoordinasikan dengan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) untuk dapat hadir langsung ke Kabupaten Lani Jaya.
“Penyelidikan penyebab kebakaran sementara sedang dilaksanakan, karena kemarin juga belum bisa dilaksanakan olah TKP, masih dikoordinasikan nanti dengan Bidlabfor untuk hadir di Kabupaten Lani Jaya,” pungkasnya.
Rumah dinas yang terbakar tersebut diketahui berlokasi di Distrik Pirime, dan dibangun pada 2014, pascaperistiwa penyerangan yang sebelumnya pernah terjadi di wilayah tersebut.

