JAYAPURA, Beritafajar7.com — Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Arang Briket bagi Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kota Jayapura.
Kegiatan dibuka secara resmi di Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jayapura, Entrop, pada Selasa (9/9/2026), dan berlangsung hingga Sabtu, 12 September 2026.
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II Setda Kota Jayapura, Abdul Majid, menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan visi Kota Jayapura menuju kemandirian ekonomi.
“Visi kita adalah terwujudnya Kota Jayapura sebagai kota jasa yang berbudaya, religius, maju, mandiri, dan sejahtera menuju Jayapura Emas. Untuk itu, kita harus mandiri secara ekonomi dan mengembangkan potensi yang ada di sekitar kita,” ujar Abdul Majid mewakili Wali Kota.
Pemerintah Kota mengimbau para peserta tidak hanya sekadar mengikuti pelatihan, tetapi menerapkan ilmu yang didapat dengan sungguh-sungguh.
Perhatian khusus diberikan pada aspek kualitas produk, kemasan, hingga strategi pemasaran agar arang briket buatan Jayapura mampu bersaing tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di daerah lain.
“Kepada Dinas Perindagkop dan UKM, saya minta terus mendampingi para peserta setelah pelatihan berakhir. Pendampingan itu penting, mulai dari produksi, mutu, kemasan, hingga pemasaran. Jangan biarkan pelaku IKM berjalan sendirian,” tegasnya.
Wali Kota juga mendorong semangat berwirausaha, menyatakan usaha besar selalu bermula dari langkah kecil yang dikerjakan dengan tekun dan konsisten.
“Jangan takut memulai dari kecil. Saya yakin, jika ilmu ini diterapkan dengan baik, kita akan memiliki produk arang briket khas Jayapura yang berkualitas, harganya terjangkau, dan bermanfaat bagi banyak orang,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura, Dr. Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si., dalam laporannya menjelaskan pelatihan ini diikuti oleh 14 pelaku IKM yang berasal dari tiga distrik, yaitu Distrik Jayapura Selatan, Abepura, dan Muara Tami. Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 12 September 2026, pukul 09.00–15.00 WIT.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis pelaku IKM dalam mengolah bahan baku lokal menjadi arang briket bernilai ekonomi, serta mendorong terbentuknya usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan bahan baku lokal dan limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peningkatan keterampilan semata, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan pendampingan, pengembangan produksi, peningkatan kualitas, pengemasan, pemasaran, dan perluasan akses pasar, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Alberto.(red)

