JAYAPURA, Beritafajar7.com — Ketersediaan air bersih masih menjadi persoalan pelik bagi warga di kawasan Holtekamp, Kota Jayapura.
Sebagian besar warga di perumahan-perumahan sekitarnya hingga saat ini masih mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena belum terjangkau jaringan distribusi air bersih dari PT Air Minum Jayapura (Perseroda).
Direktur Utama PT Air Minum Jayapura, Robongholo Nanwani, mengakui permasalahan tersebut saat ditemui di Terminal Entrop, Kota Jayapura, Jumat (21/8/2026).
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, jaringan pipa air bersih yang telah dipasang baru menjangkau wilayah Perumahan Grand Royal II.
“Saat ini pemasangan jaringan pipa memang baru sampai di Perumahan Grand Royal II. Kami juga memiliki keterbatasan anggaran. Ada beberapa perumahan, terutama yang di Perumahan Anugerah dan sekitarnya, memang sangat membutuhkan pelayanan air bersih juga,” ungkap Robongholo.
Menurutnya, kendala utama bukan pada ketersediaan sumber air, melainkan pada pembangunan jaringan pipa distribusi yang belum menjangkau wilayah tersebut. Potensi sumber air sebenarnya sudah ada, namun infrastruktur penyalurannya belum terbangun.
“Sebenarnya potensi sumber airnya ada, namun jaringan pipanya yang masih membutuhkan pembangunan. Ini yang jadi kendala. Padahal ada potensi hampir seribu sambungan rumah di Perumahan Anugerah dan sekitarnya yang bisa dilayani,” jelasnya.
Robongholo menyebutkan, dokumen perencanaan teknis (DED) untuk pembangunan jaringan tersebut sudah disiapkan. Namun, biaya yang dibutuhkan cukup besar sehingga PT AMJ belum mampu membangunnya secara mandiri. Pihaknya pun telah mengajukan permohonan bantuan anggaran kepada Pemerintah Kota Jayapura maupun Pemerintah Provinsi Papua.
“Perencanaan teknisnya sudah siap. Tapi anggaran untuk membangun itu cukup besar. Saya sudah ajukan ke pemerintah kota dan provinsi, mudah-mudahan ada bantuan. Nanti untuk jaringan pipa distribusi utamanya—pipa besarnya—kami harap bisa dibantu dari pemerintah kota dan provinsi. Sedangkan untuk sambungan rumah ke warga, nanti anggaran dari internal PT AMJ,” harapnya.
Sambil menunggu dukungan anggaran tersebut, warga di kawasan Holtekamp dan sekitarnya masih harus bersabar dan terus mengandalkan air hujan, sementara kebutuhan akan air bersih yang layak semakin mendesak seiring bertambahnya jumlah penduduk di wilayah tersebut.(red)

