SENTANI, Beritafajar7 – Kegiatan Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan UMKM melalui Pelatihan Kuliner Pembuatan Aneka Kue Berbahan Lokal bagi Pelaku Usaha Mikro di Wilayah Pembangunan I, II, III dan IV, Kabupaten Jayapura resmi ditutup, Kamis (9/7/2026), bertempat di Hotel Yudha, Sentani, Kabupaten Jayapura.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Dr. Abdul Rahman Basri, S.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan pemerintah daerah untuk meningkatkan dan mengembangkan kreativitas pelaku UMKM, khususnya dalam mengolah bahan-bahan pangan lokal menjadi produk kue yang bernilai jual dan memiliki ciri khas Kabupaten Jayapura.
“Ini menjadi bagian pembinaan pemerintah Kabupaten Jayapura untuk meningkatkan dan mengembangkan kreativitas, serta memberikan manfaat kepada kampung, rumah tangga, dan daerah, dengan mengolah bahan-bahan lokal yang ada di wilayah ini sehingga memberikan ciri khas produk Kabupaten Jayapura,” ujar Abdul Rahman.
Ia menambahkan, dengan semakin banyaknya produk khas yang dihasilkan ibu-ibu rumah tangga dan kelompok usaha UMKM, diharapkan distribusi dan pemasarannya juga semakin luas, baik di wilayah Kabupaten Jayapura seperti pertokoan, supermarket, dan kawasan bandara, maupun hingga ke pasar luar negeri.
“Ini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus melakukan pembinaan bersama OPD terkait, khususnya dalam upaya mempermudah pemasaran produk UMKM, sehingga tidak terjadi penumpukan produk yang dihasilkan tanpa tujuan pemasaran yang jelas,” katanya.
Terkait perlindungan hak atas produk yang dihasilkan pelaku UMKM, Abdul Rahman menegaskan pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi UMKM serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar hak cipta atau hak yang dimiliki oleh mama-mama pelaku UMKM ini dapat dilindungi, termasuk melalui penetapan oleh Kementerian Hukum dan HAM,” jelasnya.
Sementara itu Haryanto, SE, menekankan bahwa kualitas produk menjadi kunci sebelum bicara pemasaran. Menurutnya, pelatihan ini bertujuan agar produk UMKM memiliki tampilan yang lebih menarik, variasi yang lebih banyak, serta higienitas yang lebih baik.
“Pemasaran itu penting, tapi produk juga penting. Kita perbaiki dulu produknya, karena kalau tampilannya tidak menarik tentu akan sulit dipasarkan. Makanya dari dinas kami berupaya memberikan pelatihan ini agar produk mereka lebih menarik dan higienis,” ujar Haryanto.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus mendampingi pelaku UMKM yang konsisten mengembangkan produknya, termasuk membantu proses sosialisasi dan pengurusan sertifikasi seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal, agar produk semakin mudah masuk ke pasar modern.
Terkait hasil pelatihan selama tiga hari, Haryanto menilai sebagian produk peserta sudah layak dipasarkan, meski sebagian lain masih terkendala kelengkapan sertifikasi halal untuk bisa masuk ke jaringan supermarket. Ia menyebut sejumlah pelaku usaha binaan bahkan sudah mulai memasarkan produknya di minimarket.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan rumah produksi sebagai salah satu syarat pengurusan sertifikasi produk. Menurutnya, rumah produksi tidak harus berukuran besar, namun perlu ada ruang khusus yang terpisah dari dapur rumah tangga sehari-hari untuk kegiatan produksi produk yang akan dijual.
“Tahun ini kami akan memberikan bantuan untuk rumah produksi agar ke depan pengurusan sertifikasi bisa lebih mudah. Salah satu syarat mendapatkan sertifikasi adalah adanya rumah produksi yang terpisah dari dapur rumah tangga,” pungkas Haryanto.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, para pelaku UMKM di empat wilayah pembangunan Kabupaten Jayapura diharapkan mampu menghasilkan produk kue berbahan lokal yang lebih berkualitas, higienis, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. [cr]

