JAYAPURA, Beritafajar7 – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bersama Perum Bulog Kantor Wilayah Papua resmi melaunching penyaluran bantuan pangan beras bagi masyarakat kurang mampu di seluruh kelurahan dan kampung se-Kota Jayapura, Senin (24/8/2026). Bantuan untuk alokasi Juli–September 2026 ini menyasar 37.401 penerima dengan total kuantum sekitar 1.122,03 ton.
Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mengatakan kegiatan launching dilaksanakan bersamaan dengan apel pagi jajaran Pemkot Jayapura. Ia menyebut penyaluran beras akan dibagikan kepada 39 kelurahan dan kampung di Kota Jayapura, yang terdiri atas 25 kelurahan dan 14 kampung.
“Hari ini kita launching beras ini yang akan dibagi kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura di masing-masing kelurahan dan kampung,” kata Abisai.
Abisai meminta para lurah dan kepala kampung memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, mengingat pada penyaluran sebelumnya sempat ada laporan warga mampu yang justru turut menerima bantuan karena namanya sudah tercatat dalam data penerima.
“Harusnya kita mendata dengan baik, sehingga kalau orang mampu jangan dikasih. Berikan kepada yang betul-betul tidak mampu,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyaluran beras dari Bulog ke masing-masing kelurahan dan kampung akan dilakukan secara bertahap menggunakan armada truk pengangkut.
Kepala Bulog Kantor Wilayah Papua, Ahmad Mustari, menjelaskan bantuan pangan ini disalurkan untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli hingga September 2026, dengan total kuantum sekitar 1.122,03 ton beras.
“Terkait dengan jumlah penerima bantuan pangannya itu 37.401 penerima. Kita salurkan untuk alokasi tiga bulan, Juli sampai dengan September, dengan kuantum sekitar 1.122 ton 30 kilogram,” ujar Ahmad.
Ia merinci, setiap penerima atau kepala keluarga (KK) mendapatkan jatah 30 kilogram beras untuk masa tiga bulan tersebut. Bantuan yang disalurkan murni berupa beras, tanpa komoditas lain.
Ahmad juga mengimbau masyarakat penerima agar tidak menjual bantuan yang diterima, melainkan memanfaatkannya untuk kebutuhan pangan keluarga.
“Penekanannya, ini adalah momen yang bagus. Ketika menerima bantuan ini jangan dijual, digunakan dengan baik. Karena ini program pemerintah,” katanya.
Terkait ketersediaan stok, Ahmad memastikan cadangan beras Bulog di seluruh wilayah Papua saat ini berada di kisaran 19 ribu ton, ditambah sekitar 20 ribu ton lainnya yang masih dalam perjalanan maupun berada di pelabuhan. Menurutnya, stok tersebut didatangkan dari Sulawesi dan Jawa Timur karena produksi beras di Papua belum mencukupi kebutuhan daerah.
“Jadi tidak usah khawatir terkait dengan ketersediaan stok yang ada di Bulog,” ujarnya.
Mengenai kualitas, Ahmad menjamin beras yang disalurkan dalam kondisi baik. Ia mempersilakan masyarakat melapor apabila menemukan kualitas beras yang kurang baik agar segera diganti.
Ahmad menambahkan, di luar program bantuan pangan tiga bulan ini, penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap berjalan seperti biasa hingga akhir tahun untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
Ia juga menyinggung dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian di Papua. Menurutnya, curah hujan yang tidak stabil belakangan ini berdampak pada hasil pertanian di sejumlah wilayah, sementara di daerah lain justru terjadi kekeringan.
“Untuk dampaknya terhadap pertanian pasti ada. Tapi yang lebih tahu itu Dinas Pertanian. Kalau Bulog perannya menyerap sesuai dengan hasil pertanian,” pungkasnya. [cr]

