JAYAPURA, Beritafajar7 – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar Refleksi Semester I Tahun 2026 di Lapangan Apel Polda Papua, Koya Koso, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada masyarakat sekaligus penyampaian capaian pelaksanaan tugas selama enam bulan pertama tahun 2026 serta prediksi dan langkah antisipasi menghadapi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada Semester II Tahun 2026.
Kapolda Papua, Irjen Pol Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., mengatakan secara umum situasi kamtibmas di wilayah Papua sepanjang Semester I Tahun 2026 berada dalam kondisi kondusif. Meski sempat terjadi sejumlah gejolak di beberapa daerah, seluruhnya dapat ditangani dengan baik oleh jajaran Polres setempat.
Dalam aspek operasional, Polda Papua terus mengedepankan upaya preventif melalui berbagai kegiatan kepolisian. Fungsi Samapta secara rutin melaksanakan pengaturan lalu lintas di titik rawan kemacetan, patroli malam (blue light patrol), patroli dialogis, hingga patroli rutin guna memberikan rasa aman kepada masyarakat. Sementara fungsi Binmas meningkatkan pelayanan masyarakat, termasuk penyelenggaraan pendidikan bagi satuan pengamanan (Satpam) di Kota Jayapura.
Di bidang keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), tercatat sebanyak 912 kasus kecelakaan lalu lintas selama Semester I Tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 53 orang meninggal dunia, 508 orang mengalami luka berat, dan 843 orang luka ringan, dengan total kerugian materi mencapai Rp2,46 miliar.
Selain itu, jumlah pelanggaran lalu lintas mencapai 14.887 kasus, terdiri atas 972 tilang dan 13.915 teguran, dengan nilai denda sebesar Rp145,83 juta.
Kapolda juga memaparkan berbagai kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Brimob Polda Papua, seperti bantuan SAR dan penanganan korban perang suku di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, serta pencarian korban ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Fandoi, Kabupaten Biak Numfor.
Di bidang kesehatan, Polda Papua melalui Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura melaksanakan berbagai kegiatan bakti sosial dan bakti kesehatan di sejumlah lokasi, di antaranya Pangkalan Ojek Tanah Hitam, Pasar Otonom, dan Kampung Yobhe, Kabupaten Jayapura.
Pada aspek penegakan hukum, selama Semester I Tahun 2026 Polda Papua menangani 1.572 kasus tindak pidana konvensional, dengan 194 kasus telah berhasil diselesaikan. Kasus yang paling dominan yakni pencurian kendaraan bermotor (911 kasus), pencurian dengan pemberatan (211 kasus), pengeroyokan (209 kasus), pencurian dengan kekerasan (168 kasus), penganiayaan berat (39 kasus), serta pembunuhan (34 kasus).
Sementara itu, kejahatan transnasional yang ditangani mencapai 117 kasus, terdiri dari 104 kasus narkotika dan 13 kasus kejahatan siber. Sedangkan tindak pidana terhadap kekayaan negara meliputi dua kasus illegal fishing, dua kasus illegal oil dan migas, serta satu kasus tindak pidana korupsi.
Selama periode yang sama, Polda Papua juga mencatat 11 kasus konflik antarkelompok atau suku serta mengamankan jalannya 73 aksi unjuk rasa. Bidang Laboratorium Forensik menangani 42 perkara dengan total 1.859 barang bukti yang diperiksa.
Di wilayah perairan, Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua menangani sembilan kasus tindak pidana perairan dan berhasil menyelesaikan tujuh di antaranya.
Kapolda Papua juga mengungkapkan capaian Operasi Damai Cartenz 2026. Selama Semester I Tahun 2026, operasi tersebut berhasil melakukan penegakan hukum terhadap 112 orang, terdiri atas anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beserta simpatisannya, jaringan pemasok senjata dan amunisi, narapidana KKB yang melarikan diri dari lapas, serta pelaku kejahatan luar biasa lainnya.
Dalam operasi tersebut aparat turut menyita berbagai barang bukti, antara lain senjata api, laras senjata, lebih dari seribu butir amunisi, senapan angin, alat komunikasi elektronik, dokumen, bendera Bintang Kejora, hingga ratusan barang lainnya yang digunakan kelompok bersenjata. Aparat juga berhasil menguasai 11 markas yang selama ini dijadikan kamp oleh KKB di wilayah Papua Raya.
Sepanjang Semester I Tahun 2026, Polda Papua melaksanakan lima operasi kepolisian, yakni Operasi Ketupat, Operasi Keselamatan, Operasi Damai Cartenz, Operasi Rasaka, dan Operasi Sikat.
Dalam bidang pembinaan personel, jumlah anggota Polda Papua dan Polres jajaran mencapai 13.048 personel dari kebutuhan Daftar Susunan Personel (DSP) sebanyak 23.084 personel. Sebanyak 774 personel mengikuti berbagai pendidikan pengembangan spesialisasi dan pelatihan fungsi guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Sebagai bentuk apresiasi, pimpinan memberikan penghargaan kepada 14 personel Polres Keerom dan satu personel Satgas Operasi Damai Cartenz atas keberhasilan mengungkap jaringan penyelundupan senjata api kepada KKB. Penghargaan juga diberikan kepada sejumlah Polres berprestasi di bidang kehumasan.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan personel, Polda Papua juga membuka penerimaan anggota Polri melalui jalur SIPSS, Akpol, Bintara, Bakomsus, Barekpro, hingga Tamtama dengan total ribuan pendaftar.
Di sektor ketahanan pangan, Polda Papua turut mendukung program strategis nasional melalui panen raya jagung serentak. Hasil panen jagung periode Januari hingga Mei 2026 mencapai 64,35 ton atau meningkat 264,6 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kapolda Papua turut memaparkan sejumlah kasus menonjol sepanjang Semester I Tahun 2026. Aksi Kelompok Kriminal Bersenjata tercatat sebanyak 67 kejadian yang mengakibatkan 25 orang meninggal dunia dan 17 orang mengalami luka-luka. Selain itu, aparat berhasil menyita sembilan pucuk senjata api, terdiri atas tujuh senjata organik dan dua senjata rakitan, beserta 1.304 butir amunisi, lima magazen, dan 11 bahan peledak.
Menghadapi Semester II Tahun 2026, Kapolda memprediksi aksi KKB di sejumlah wilayah Papua masih berpotensi terjadi. Pengungkapan jaringan pemasok senjata dan amunisi menunjukkan rantai distribusi logistik kelompok bersenjata masih aktif dengan memanfaatkan jaringan sipil sebagai perantara.
“Polda Papua bersama seluruh komponen masyarakat telah berupaya memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang. Namun kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan. Atas nama pribadi dan keluarga besar Polda Papua, kami menyampaikan permohonan maaf apabila kinerja, perilaku, perkataan maupun pelayanan Polri belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat,” ujar Kapolda.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polda Papua atas dedikasi dan pengabdian selama Semester I Tahun 2026 serta mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menutup refleksi tersebut, Kapolda Papua mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema “Polri Untuk Masyarakat”, seraya berharap seluruh jajaran terus mendapat bimbingan Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi berita ini dengan gaya jurnalistik yang lebih ringkas seperti untuk Tribun, Antara, atau media online lokal dengan panjang sekitar 700–900 kata.

