JAYAPURA, Beritafajar7 – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 PT Air Minum Jayapura (AMJ) dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi sekaligus penguatan komitmen perusahaan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di halaman PT AMJ, Senin (22/6/2026), menghadirkan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama jajaran manajemen perusahaan.
Dalam sambutannya, Rustan Saru berharap PT AMJ yang kini memasuki usia 34 tahun tetap konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai pelanggan utama perusahaan.
“Pemerintah Kota berharap kepada PT AMJ yang hari ini berusia 34 tahun agar tetap berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat kita. Karena kunci sukses PT AMJ itu ada di masyarakat. Kalau pelanggannya bisa lancar airnya dan lancar pembayarannya, maka kontribusi terhadap daerah juga lancar, begitu juga terhadap pendapatan perusahaan,” ujarnya.
Rustan menjelaskan, hingga saat ini sumber utama pasokan air bersih masih mengandalkan sistem gravitasi dari sumber air yang ada. Namun ke depan, pemanfaatan Danau Sentani menjadi salah satu solusi strategis untuk memenuhi kebutuhan air bersih yang terus meningkat.
Menurutnya, jaringan pipa distribusi induk dari Danau Sentani menuju reservoir di Ucen telah terpasang. Namun fasilitas tersebut belum dapat difungsikan karena masih membutuhkan pembangunan instalasi pengolahan air atau water treatment plant.
“Kalau nanti sumber air dari Danau Sentani digunakan, maka sistemnya bukan lagi gravitasi tetapi menggunakan sistem dinamis yang membutuhkan energi listrik dan biaya operasional yang lebih besar. Ini tentu menjadi pertimbangan untuk penyesuaian tarif di masa mendatang,” Ujarnya.
Selain pengembangan sumber air, Rustan juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan perusahaan air minum. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan membantu perusahaan mengidentifikasi kehilangan air, pelanggan yang menunggak pembayaran, hingga kondisi meteran pelanggan secara lebih akurat.
“Ke depan inovasinya adalah digitalisasi agar air yang hilang bisa diketahui, pelanggan yang tidak membayar bisa diketahui, meter yang hilang bisa diketahui. Ini menjadi salah satu kebutuhan perusahaan air minum agar lebih mudah dikontrol dan dikelola,” katanya.
Sementara itu, Dr. H. Entis Sitisna, S.E.,M.Ak.M.M,Ak.Ca. mengungkapkan bahwa tingkat efektivitas pembayaran pelanggan setiap bulan masih menjadi tantangan. Dari seluruh pelanggan yang ada, baru sekitar 50 persen yang melakukan pembayaran secara rutin setiap bulan.
Meski demikian, secara akumulatif tingkat penagihan tahunan perusahaan telah mencapai 83 persen. Kendala utama yang dihadapi adalah banyak pelanggan yang baru melakukan pembayaran setelah menunggak selama tiga bulan atau lebih.
“Kalau bicara efektivitas penagihan setiap bulan, memang baru sekitar 50 persen pelanggan yang membayar secara tertib. Tetapi secara akumulasi tahunan kita sudah mencapai 83 persen,” ujar Etis.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, perusahaan telah membentuk tujuh tim penertiban yang mulai bekerja pada pekan ini. Tim tersebut akan melakukan penyisiran terhadap pelanggan yang menunggak pembayaran lebih dari tiga bulan.
Direktur Utama Pt.AMJ menegaskan bahwa mulai akhir Juni 2026, pelanggan yang menunggak selama tiga bulan tidak lagi menerima surat peringatan dan akan langsung dikenakan tindakan penyegelan hingga pemutusan sambungan air.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat. Jika ada tim berseragam lengkap PT AMJ datang ke rumah pelanggan yang menunggak tiga bulan, maka tidak akan ada pemberitahuan lagi. Sambungan akan langsung disegel dan diputus sampai pelanggan menyelesaikan kewajibannya di kantor,” tegas Etis.
PT AMJ juga mengungkapkan bahwa total piutang pelanggan selama empat tahun terakhir telah mencapai sekitar Rp30 miliar. Sebagian besar tunggakan berasal dari pelanggan rumah tangga yang mencapai sekitar 80 persen dari total pelanggan perusahaan.
Menurut manajemen, besarnya nilai piutang tersebut berpotensi mengganggu arus kas perusahaan apabila tidak segera ditangani secara serius.
Meski menghadapi tantangan tersebut, PT AMJ memastikan tidak akan melakukan kenaikan tarif air selama tahun 2026. Perusahaan memilih fokus meningkatkan efektivitas penagihan melalui tujuh tim yang telah dibentuk.
“Tahun 2026 kami tidak akan menaikkan tarif. Kami akan fokus dulu pada penertiban pelanggan yang menunggak. Kemungkinan pada tahun 2027 baru dilakukan review tarif bersama pemerintah untuk melihat apakah ada kebutuhan penyesuaian atau tidak,” jelasnya.
Melalui peringatan HUT ke-34 ini, PT AMJ berharap dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pengelolaan keuangan perusahaan, serta mendorong transformasi digital guna mendukung pelayanan air bersih yang lebih optimal bagi masyarakat Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

