JAYAPURA, Beritafajar7 – Komunitas pengguna sepeda motor Honda di Jayapura memberikan tanggapan positif terhadap performa Honda Vario Evo 160 usai melakukan uji coba langsung pada Senin (3/8/2026). Perwakilan komunitas, Irfandi Ahmad yang akrab disapa Ipang, menilai motor tersebut menawarkan pengendalian yang lebih ringan dan responsif dibandingkan model sebelumnya.
“Menurutku Vario Evo 160 ini lumayan ringan digunakan saat tadi saya sempat coba. Itu secara powernya saat buka gas itu sangat ringan,” ujar Ipang.
Ia menambahkan, jarak setir dengan pengendara yang dirancang lebih dekat membuat motor tersebut terasa lebih lincah saat dikendalikan.
“Dia lebih responsif, terus lebih lincah, dan juga kita lebih enteng mengendalikannya, Pak. Karena mungkin jarak setir dengan badan kita lumayan agak jauh. Jadi secara handling itu saya rasa lebih nyaman,” katanya.
Dari sisi akselerasi, Ipang mengungkapkan bahwa Vario Evo 160 memiliki respons gas yang lebih cepat dibandingkan Vario versi sebelumnya. Menurutnya, karakter ini perlu diwaspadai khususnya oleh pengendara pemula.
“Tadi saya buka tutup gas, tarikannya lebih responsif. Makanya kalau orang baru naik motor kayaknya agak bahaya nih pakai ini, karena lebih responsif, lebih cepat, RPM-nya cepat naik,” jelasnya.
Ia menyebut karakter tersebut cocok untuk lintasan yang sempit dengan kebutuhan akselerasi cepat, namun belum bisa dipastikan konsistensinya untuk perjalanan jarak jauh.
Selain dari sisi performa, Ipang juga menyoroti perubahan desain Vario Evo 160 yang dinilai lebih mengikuti selera anak muda saat ini. Model bodi yang lebih besar dengan lekukan tajam memberikan kesan sportif pada tampilan motor.
“Kalau tampilannya memang modelnya lebih kekinian, Pak. Memang target untuk generasinya sangat kena menurut saya. Karena secara model futuristik, dia berani juga tampilkan warna-warna terang,” katanya.
Ia menambahkan bahwa salah satu daya tarik utama komunitas terhadap Vario Evo 160 adalah pilihan warna yang lebih variatif dibandingkan generasi sebelumnya.
“Dari sebelum-sebelumnya kan modelnya satu warna. Kalau sekarang mereka berani sampai tiga warna dalam satu motor, tri color,” ujarnya.
Berkaitan dengan karakter motor yang responsif, Ipang mengingatkan pentingnya pengendalian emosi saat berkendara, khususnya bagi generasi muda yang menjadi target utama pengguna motor tersebut.
“Karena targetnya kan anak muda, dan anak muda emosinya lebih menggebu-gebu. Jadi kalau bisa saat kita berkendara, emosi kita harus dikontrol. Karena kalau kita tidak mengikuti ego emosi, itu rawan kecelakaan,” katanya.
Ia menyarankan agar pengendara yang ingin memacu kecepatan menyalurkannya di tempat yang sesuai, seperti sirkuit, dengan perlengkapan keselamatan standar. Sementara itu, bagi pengendara yang menggunakan motor untuk aktivitas harian atau bekerja, penggunaan perlengkapan safety riding tetap menjadi keharusan.
“Kalau teman-teman menggunakan sepeda motor untuk bekerja, untuk mencari nafkah, langkah baiknya tetap menggunakan perlengkapan safety riding. Tapi untuk balap-balapan di jalan raya, selain membahayakan diri sendiri, itu juga membahayakan pengguna jalan lain,” tegasnya.
Di sisi lain, Ipang turut mengapresiasi hubungan kerja sama antara komunitas motor Honda dengan Astra Motor yang selama ini berjalan baik, termasuk dalam mendukung berbagai kegiatan sosial komunitas.
“Selama ini kami dari komunitas bersama Astra secara kerja sama sangat baik, Pak. Mulai dari support dari Astra baik itu kegiatan kami maupun kegiatan dari Astra,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah kegiatan sosial yang rutin dilakukan komunitas, seperti aksi bersih pantai dan penyediaan tempat sampah di kawasan wisata oleh komunitas Supra, serta kegiatan CSR ke panti asuhan yang dilakukan oleh komunitas Vario.
“Kalau teman-teman dari Supra biasanya mereka kasih tempat sampah ke daerah-daerah wisata. Kalau kita teman-teman Vario biasanya CSR-nya ke panti asuhan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam sejumlah kegiatan sosial tersebut, Astra turut memberikan dukungan berupa tambahan sembako, meski penyerahannya tetap diwakilkan langsung oleh pihak komunitas.
“Mereka kadang bantu kami, misalkan kita sumbangannya berupa sembako, biasanya ditambah bantu kasih tambahan sembako dari Astra. Tapi untuk penyerahannya tetap diwakilkan oleh teman-teman komunitas,” pungkasnya.

