JAYAPURA, Beritafajar7 – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua menggelar dialog kepemudaan bertema “Kolaborasi Pemuda Papua Mengawal Asta Cita Menuju Papua Cerah 2030 dan Indonesia Emas Tahun 2045” di Aula Lukmen 2 Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Dok II, Kota Jayapura, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini digelar dalam rangka HUT ke-53 KNPI, sekaligus konsolidasi pemuda menuju Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD KNPI Provinsi Papua. Dialog dibuka oleh Gubernur Papua yang diwakili Asisten I Setda Papua, Yohanis Walilo.
Dr. Stepi Anriani, Staf Khusus Menko Polkam RI sekaligus Direktur Eksekutif Intelligence and National Security Studies (INSS), tampil sebagai keynote speaker dalam dialog tersebut. Ia menekankan pentingnya kesiapan pemuda Papua di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
“Pemuda Papua ini adalah salah satu pilar yang sangat penting, tapi ada hal lain, yang pertama adalah kita harus jujur kepada diri kita sendiri, bahwa segala kelemahan, kelebihan kita jangan bikin kita berkecil hati, tapi kita juga harus terus improve, terus update, terus upgrade skill, di tengah ketidakpastian global yang begitu banyak konflik kita harus solid,” ujar Stepi saat ditemui wartawan di sela-sela dialog.
Stepi juga menyoroti tantangan era digital yang dihadapi pemuda saat ini, termasuk maraknya hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian di media sosial.
“Yang namanya media sosial hari ini, banyak hoax, disinformasi, hate speech, itu juga harus jadi bahan perhatian kita, jangan mudah percaya. Jadi pemuda ini harus dibekali ilmu dan wawasan yang luas, tidak langsung follow, like, comment, karena itu kan algoritma,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Stepi turut menyampaikan tiga pesan utama dari Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) untuk pemuda Papua.
“Pak Menko tadi memesankan, yang pertama adalah masalah sejarah, bahwa semuanya sangat care, sangat sayang kepada Papua. Yang kedua adalah KNPI perlu membuat transfer pembangunan, jadi tidak hanya diskusi saja, tapi jelas apa yang bisa disumbangkan untuk negara kita,” katanya.
“Termasuk hambatan tantangan MBG, KDMP, PSN, hal-hal yang negatif itu perlu didata jujur, clear, pupuk kejujuran, dan terakhir adalah masalah medan digital disinformasi,” tambahnya.
Stepi berharap model dialog semacam ini bisa ditiru KNPI di daerah lain sebagai alternatif penyampaian aspirasi pemuda dan mahasiswa.
“Harapannya ini bisa ditiru sama KNPI di provinsi lain, daripada demo, kemudian bikin kerusuhan, dan lain-lain, lebih baik hambatan, tantangan ini jadi pintu saluran mahasiswa dan pemuda untuk menyuarakan pendapatnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, saluran-saluran untuk berpendapat perlu diperbanyak agar aspirasi pemuda dapat tersalurkan dengan baik.
“Kalau ada dialog seperti ini kan bisa mereka menyampaikan pendapatnya,” pungkasnya.
Dialog ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi pemuda Papua untuk menyatukan langkah dalam mengawal program strategis nasional dan daerah, sekaligus memperkuat peran KNPI sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan menuju Papua Cerah 2030 dan Indonesia Emas 2045.
Dialog yang digelar dalam bentuk diskusi ini dihadiri sekitar 250 peserta, terdiri dari pengurus KNPI Kabupaten/Kota serta unsur pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Papua. Kegiatan menghadirkan empat panelis dari unsur akademisi, legislatif, eksekutif, dan Ketua Yayasan Colo Sagu.
Keempat panelis tersebut membedah peluang dan tantangan bonus demografi Papua dari berbagai perspektif yang saling melengkapi, yakni ekonomi lokal, representasi legislatif adat, perencanaan pembangunan daerah, dan ekonomi pembangunan inklusif. [cr]

