JAYAPURA, Beritafajar7– Pemerintah Kota Jayapura menggelar rapat koordinasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh paguyuban se-Kota Jayapura di Aula Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (22/7/2026). Pertemuan ini membahas sejumlah persoalan strategis, mulai dari keamanan, kebersihan, ketertiban umum, hingga masalah kependudukan.
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., mengatakan Kota Jayapura merupakan rumah bagi hampir seluruh suku bangsa di Indonesia sehingga sinergi antarpaguyuban menjadi kunci menjaga kondusivitas kota. Ia menyebut isu keamanan menjadi perhatian utama seiring meningkatnya angka kriminalitas di tengah pesatnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kota.
“Ketika kita ciptakan rasa aman, maka kota ini akan aman untuk kita semua, akan hidup,” ujar Abisai.
Ia meminta seluruh ketua paguyuban ikut bertanggung jawab atas warga binaan masing-masing, termasuk dalam pengawasan terhadap praktik judi online, peredaran narkoba, ganja, hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih kerap terjadi di Kota Jayapura.
Selain keamanan, Abisai juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan yang menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari tingkat keluarga, RT/RW, hingga paguyuban. Ia berharap retribusi kebersihan sebesar Rp50 ribu dapat dibayarkan oleh warga yang mampu, sementara bagi warga kurang mampu, Pemkot akan mengkaji revisi peraturan daerah agar besarannya dapat disesuaikan menjadi Rp20 ribu hingga Rp25 ribu.
Terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang kerap memicu antrean panjang, Abisai menjelaskan pasokan BBM harian di Kota Jayapura sebenarnya mencukupi. Namun, praktik modifikasi tangki kendaraan oleh sejumlah oknum serta pembelian oleh warga dari luar kota disebut menjadi penyebab utama kelangkaan.
“Satu mobil itu 80 liter, dia bikin jadi sampai 200 liter dengan modifikasi. Itu juga menyebabkan sehingga terjadinya kekurangan bahan bakar, dan mobil pada akhirnya parkir [mengantre],” katanya, seraya menambahkan bahwa pihak Pertamina telah dipanggil untuk membahas persoalan ini.
Wali Kota juga meminta seluruh pedagang kaki lima agar tidak berjualan di badan trotoar di seluruh distrik, termasuk Abepura, Jayapura Selatan, Entrop, Hamadi, Jayapura Utara, dan Heram, guna mencegah kecelakaan lalu lintas akibat pejalan kaki yang terpaksa berjalan di badan jalan. Ia meminta para pedagang mundur sekitar dua hingga tiga meter dari trotoar.
Rapat koordinasi ini rencananya akan dievaluasi kembali dalam tiga bulan ke depan.
Data Kependudukan Jadi Sorotan
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jayapura, Supriyanto, S.STP, M.Si, memaparkan bahwa jumlah penduduk Kota Jayapura saat ini tercatat sebanyak 405.600 lebih jiwa. Angka ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, setelah sempat terjadi pengurangan sekitar 21 ribu penduduk akibat perpindahan warga ke luar kota.
Wali Kota Abisai Rollo menjelaskan, penurunan jumlah penduduk pada periode sebelumnya sempat berdampak pada berkurangnya jumlah kursi DPRD Kota Jayapura dari 40 menjadi 35 kursi. Dengan bertambahnya jumlah penduduk saat ini, jumlah kursi DPRD Kota Jayapura berpotensi kembali menjadi 40 kursi.
Supriyanto juga mengungkapkan, dari sekitar 76 ribu penduduk yang belum melakukan perekaman data kependudukan, sebanyak 70 ribu di antaranya belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Disdukcapil pun meminta dukungan paguyuban untuk mendorong warga binaan masing-masing segera mengurus dokumen kependudukan.
“Kami minta dukungan dan kolaborasi serta kerja sama dari semua paguyuban,” ujar Supriyanto.
Ia menambahkan, Disdukcapil akan menindaklanjuti pertemuan ini dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama paguyuban, tidak hanya untuk mempercepat perekaman data, tetapi juga mencakup pelayanan penerbitan KTP, Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), serta akta-akta kependudukan lainnya.
Wali Kota Abisai Rollo berharap seluruh pengurus paguyuban dapat meneruskan hasil rapat koordinasi ini kepada masyarakat agar tercipta Kota Jayapura yang aman, bersih, dan tertib. [cr]

